Sepi Sentimen, Rupiah Lesu di Kurs Tengah BI dan Pasar Spot

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah di kurs tengah Bank Indonesia (BI). Rupiah pun tidak berdaya melawan dolar AS di perdagangan pasar spot.

Pada Selasa (20/8/2019), kurs tengah BI atau kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor berada di Rp 14.262. Rupiah melemah 0,42% dibandingkan posisi hari sebelumnya.

Sementara di pasar spot, rupiah juga terjebak di zona merah. Pada pukul 10:00 WIB, US$ 1 dihargai Rp 14.255 di mana rupiah melemah 0,18%.

Kala pembukaan pasar, rupiah masih stagnan di Rp 14.230. Namun itu tidak lama, rupiah kemudian melemah dan dolar AS kian nyaman di kisaran Rp 14.200.

Mata uang utama Asia bergerak variatif di hadapan dolar AS. Selain rupiah, maka uang yang melemah adalah yuan China, dolar Hong Kong, rupee India, ringgit Malaysia, dan peso Filipina. Sedangkan yang menguat adalah yen Jepang, won Korea Selatan, dolar Singapura, baht Thailand, dan dolar Taiwan.

Berikut perkembangan kurs dolar AS terhadap mata uang Benua Kuning pada pukul 10:08 WIB:

Dolar AS vs Mata Uang Asia

Mata UangKurs TerakhirPerubahan (%)
 USD/CNY 7.060.21
 USD/HKD 7.840.01
 USD/IDR 14,255.000.18
 USD/INR 71.440.40
 USD/JPY 106.55-0.07
 USD/KRW 1,210.33-0.11
 USD/MYR 4.180.12
 USD/PHP 52.410.03
 USD/SGD 1.39-0.08
 USD/THB 30.82-0.10
 USD/TWD 31.36-0.02

Chart: Hidayat Setiaji  Source: Refinitiv

Sepi Sentimen, Investor Menahan Diri

Mata uang Asia yang bergerak tanpa pola yang ajeg mencerminkan minimnya sentimen global. Di sisi perang dagang AS-China, pelaku pasar masih menunggu kejelasan rencana dialog dagang di Washington yang direncanakan berlangsung awal September.

Sementara untuk isu resesi, sepertinya agak memudar karena imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor dua dan 10 tahun tidak lagi mengalami inversi. Situasi sudah agak normal, yield obligasi jangka pendek lebih rendah dari yang jangka panjang.

Selain itu, investor juga menantikan rapat bulanan Bank Indonesia (BI) untuk menentukan suku bunga acuan. Berdasarkan konsensus sementara yang dihimpun CNBC Indonesia, BI diperkirakan masih mempertahankan suku bunga acuan di 5,75%. Namun suara pasar terbelah, yang meramal BI 7 Day Reverse Repo rate diturunkan 25 bps menjadi 5,5% tidaklah sedikit.

Di latar belakangi berbagai ketidak pastian di atas, pelaku pasar memilih menjauhi rupiah untuk sementara waktu. Namun karena minimnya sentimen negatif di level global, depresiasi rupiah tidak terlampau dalam.

Sumber