Rupiah Hari Ini: Naik Segan, Turun Tak Mau

Rupiah Hari Ini: Naik Segan, Turun Tak Mau

Rupiah “galau” pada perdagangan Selasa (27/8/19), dibuka melemah, kemudian balik menguat, selanjutnya stagnan. Adanya harapan akan damai dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China memberikan sentimen positif ke pasar, tetapi berkaca dari sejarah perundingan kedua negara tersebut selalu berakhir pahit.

Presiden AS, Donald Trump, Senin kemarin mengatakan China menginginkan perundingan dimulai lagi dan kedua negara akan memulai pembicaraan dengan serius. 

“China menghubungi para negosiator dagang kita tadi malam dan mengatakan “mari kembali berunding”, jadi kita akan kembali bernegosiasi dan saya pikir mereka akan melakukan sesuatu. (Ekonomi) mereka telah terpukul hebat tapi mereka paham ini perundingan ini hal yang benar untuk dilakukan dan saya memberikan rasa hormat untuk itu” kata Trump sebagaimana dilansir CNBC International.

Sementara itu di hari yang sama, Wakil Perdana Menteri China, Liu He, mengatakan China bersedia menyelesaikan sengketa perdagangan melalui negosiasi yang “tenang” dan menolak segala peningkatan ketegangan dagang. 

Sejak perang dagang kedua negara dimulai tahun lalu, perundingan sudah beberapa kali dilakukan. Perundingan tersebut dibumbui dengan komentar-komentar manis kedua belah pihak yang memicu optimisme akan adanya kesepakatan dagang. Namun pada akhirnya tetap saja berakhir pahit, damai dagang tidak tercapai, malah kedua negara saling balas mengenakan tarif impor baru. 

Sejarah perundingan tersebut membuat pelaku pasar skeptis akan adanya damai dagang AS-China, tetapi setidaknya situasi tidak panas lagi melihat komentar Trump dan Liu. Akibat hal tersebut, rupiah menguat masih segan, turun pun tak mau. Pada pukul 12:05 WIB, rupiah berada di level 14.245/US$ berdasarkan data investing.com.

Pada grafik harian, rupiah yang disimbolkan dengan USD/IDR bergerak di kisaran rerata pergerakan (moving average/MA) 5 hari (garis biru) dan MA20 /rerata 20 hari (garis merah).

Indikator rerata pergerakan konvergen dan divergen (MACD) bergerak mendatar dan berada di area positif, sementara histogramnya bergerak turun mendekati area negatif. Melihat indikator tersebut, tekanan terhadap rupiah dalam jangka menengah sudah mulai berkurang

Rupiah bergerak di antara resisten (tahanan atas) 14.260/US$ dan support (tahanan bawah) 14.230/US$. Rupiah berpotensi bergerak di dalam rentang tersebut pada hari ini.

Arah pergerakan selanjutnya akan terlihat jika rupiah menembus salah satu area tersebut. Penembusan kd atas resisten akan membawa rupiah melemah lebih jauh ke level 14.290. Sementara penembusan ke bawah support akan membuka peluang penguatan rupiah ke level 14.200.

Sumber